Resensi Novel Rindu Karya Tere Liye


Resensi Novel Rindu Karya Tere Liye Cerita dalam novel karya Tere Liye ini mempunyai latar waktu ketika zaman penajajahan dan pendudukan Pemerintah Hindia Belanda. Ketika Belanda masih memerintah nusantara, mereka memberikan layanan untuk berangkat haji bagi para penduduk pribumi yang mempunyai banyak uang. Perjalanan ke tanah suci ini dilakukan dengan menempuh jalur laut dan menggunakan kapal uap besar yang dibuat dengan teknologi transportasi paling canggih di zamannya. Kapal yang dinaiki oleh para calon jamaah haji ini bernama Blitar Holland.

Cerita bermula dari para penumpang yang ada di kapal ini. Berbagai kisah dijabarkan dengan begitu detail dan menarik oleh Tere  Liye. Penulis mampu membuat kisah ini terlihat begitu nyata dengan gambaran tempat dan waktu yang jelas.

Beberapa tokoh yang sumber cerita ini antara lain Daeng Adipati. Daeng membawa dua orang tua, pembantu dan kedua anak mereka yang masih kecil yaitu Anna dan Elisa. Kedua anak tersebut melewati perjalanan dengan hati yang sangat gembira. Tanpa mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh ayah mereka.

Resensi Novel rindu
Image via : sukamakancokelat.com

Lain lagi dengan tokoh bernama Ambo Uleng. Dia merupakan pelaut. Sebagian besar umurnya dihabiskan mengarungi lautan. Wajar saja karena ayahnya juga seorang pelaut. Sebenarnya dia melakukan perjalanan dengan Blitar Holland dengan tidak memiliki tujuan apapun entah untuk bekerja maupun berlibur. Keinginannya hanya satu yaitu pergi sejauh-jauhnya dari Makassar yang meninggalkan kisah memilukan dalam hidupnya.

Tokoh yang paling menyita perhatian mungkin adalah Gurutta Ahmad Karaeng, yang merupakan ulama paling mashyur di tanah Makassar. Dia ingin menjalankan ibadah haji. Gurutta dikenal sebagai orang yang shaleh dan taat beribadah. Bahkan seringkali meminta izin kepada kapten kapal untuk mengadakan pengajian. Dalam setiap pengajian, Gurutta bisa menjawab semua pertanyaan orang dengan sangat baik sehingga banyak orang yang menyukainya. Tetapi tidak ada satu orang pun yang tahu jika Gurutta menyimpan sebuah pertanyaan besar dalam hidupnya yang mungkin tidak bisa dijawab oleh siapapun.

Novel Tere Liye seperti biasa menceritakan hal-hal sederhana namun begitu menyentuh batin. Dalam novel ini, ada sebuah kalimat yang sangat istimewa yaitu “Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukan milik kami?”

What's Your Reaction?

Keren Keren
0
Keren
Terinspirasi Terinspirasi
1
Terinspirasi
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Unik Unik
0
Unik
Suka Suka
0
Suka
Biasa aja Biasa aja
0
Biasa aja

Resensi Novel Rindu Karya Tere Liye

log in

Become a part of our community!

reset password

Back to
log in