Olah Rasa Bapermu!


Baper (bawa perasaan) merupakan salah satu bentuk kegalauan, tersindir, patah hati, Ge-er dan semacamnya. Fenomena baper berjamaah dari skala nasional, internasional hingga dunia-akhirat menjadi booming dalam waktu kurang dari empat bulan!!!!

Sebut saja pasangan Raisya-Hamish yang merupakan pasangan selebriti Indonesia ini sempat membuat para jomblo dan pasangan muda-mudi merasa baper tingkat nasional setelah mereka bertunangan

Setidaknya sebagai sesama warga Indonesia, para fans berharap bisa mendapatkan gadis secantik dan bertalenta seperti Raisya atau dipersunting oleh pria macho layaknya Hamish Daud. Emot serta parodi patah hati bermunculan dan sindiran-sindirian yang mengarah pada kaum jomblo tiada henti seolah kebahagiaan hanya sekedar dari single jadi doble.

Berselang sebulan para netizen Indonesia dikejutkan berita dari aktris cantik Song Hye Kyo yang mencuat namanya dari drama korea berjudul “Full House” dengan Song Jong Ki yang merupakan aktor berwajah imut, tampan, baik hati yang kerap membuat para wanita meleleh. Mereka mengumumkan rencana pernikahan pada akhir Oktober 2017. Kali ini rasa baper tidak hanya menyelimuti netizen Indonesia namun para Klovers atau sebutan pecinta Korea dari berbagai belahan dunia. Maka tersematlah sudah baper Internasional!

Meski keduanya saling kucing-kucingan soal hubungan mereka, namun fans dan netizen juga sangat mengharapkan keseriusan hubungan artis dari negeri gingseng tersebut. Ketika kini mereka benar-benar bertunangan dan akan menikah, kaum muda-mudi yang belum pulih dari terpaan kebaperan  pasangan nasional Raisya-Hamish, semakin kelabakan.

Tak lama setelah itu, yang paling mengejutkan dan khususnya cukup baik dikenal oleh netizen Muslim ialah beredarnya undangan terbuka shalat subuh berjamaah dan akad nikah dari seorang Qori’ asal ITB yakni Muzamil Hasballah dengan Sonia.

Jika kedua idola diatas masih pada tahap menuju pernikahan, sedangkan kini ikhwan idaman para akhwat, yang tidak hanya menjalar pada kaum muda saja tapi bapak-ibu yang mengharapkan calon menantu seperti Muzammil Hasballah.

Siapa yang tidak mengharapkan pria hafidz Qur’an, imam masjid ITB, pemilik suara merdu dalam membaca Al-Qur’an sebagai pendamping dunia-akhirat?! Status “Halalin adek, bang!” atau “Abang halalin, dek!” serta sindiran dan kode-kode berbau ayat suci dan hadist semakin bertebaran.  Muncullah stigma  baper dunia-akhirat!

Para akhwat mengharapkan tidak hanya pendamping hidup di dunia, namun di akhirat. Ditambah lagi momen prosesi suci dilaksanakan begitu romantis dan syahdu, ba’da subuh. Sonia-istri Muzamil, yang tidak begitu dikenal oleh masyarakat, dia juga merupakan seorang hafidzah.

Cocok! Maka broadcast sindirian kepada kaum emak-emak dan akhwat-akhwat muda bak bola yang menggelincir mengingatkan bahwa seorang Muzamil saat ini merupakan tempaan dari Muzammil sejak muda oleh kedua orangtuanya, dan bagaimana konsep jodoh yang setara itu semakin membuat para netizen baper.

Eits, tunggu dulu. Kegalauan karena “mereka-mereka” yang telah bersanding akan membuang energi, pikiran, perasaan dan waktumu. Kamu boleh saja baper tapi jangan lama-lama dan olahlah kebaperanmu menjadi suatu cambuk untuk menikah dengan orang tepat disaat yang tepat dengan cara yang tepat!

Intip bagaimana cara mengolah kebaperan kalian yuk!

1. Kesiapan dan kemampuan menikah.

Pertanyakan pada diri kalian seberapa siap dann mampukah untuk menikah? Jangan-jangan kalian ngebet nikah hanya karena ikut-ikutan terbawa suasana, merasa iri dengan teman-teman yang mulai menikah dan postingan keromantisan pada yang halal.

Tapi, seberapa siapkah kamu benar-benar ingin berumah tangga? Karena menikah bukan persoalan sebulan-dua bulan yang kemudian setelah bosan bisa ditinggalkan begitu saja. menikah merupakan persoalan serius karena berkaitan dengan agama, dua keluarga dan masa depan diri kalian sendiri.

Mampukah kalian menghadapi persoalan seperti menyiapkan sarapan dan pakaian suami setiap harinya? Sarapan dan pakaian saja masih disiapkan ibu atau pembantu, gimana mau menyiapkan untuk orang lain??? Sebaliknya, mampukah membagi waktu antara pekerjaan dan kembali pulang ke rumah bersama istri dan anak-anak kemudian meninggalkan kebiasaan menongkrong bersama teman-teman?

2. Memperbaiki diri.

Jodoh merupakan cerminan dari diri kita sendiri. seperti apa? Apa saja. Tuhan saja menjanjikan bahwa jodoh itu setara. Entah setara dari latar belakang keluarganya, pendidikannya, pekerjaannya, passion, bahkan sifat-sifatnya atau hobinya. Intinya adalah jika saat ini kamu masih single atau memiliki pasangan, pergunakan waktumu untuk memperbaiki kualitas diri dimulai dari kebiasaan-kebiasaan baik, penghasilan baik, pendidikan baik, siapa tahu salah satunya merupakan cerminan dari calon jodoh kita. Nah, kalian tentunya tidak ingin memiliki pendamping hidup yang malas-malasan karena kalian sendiri juga senang bermalas-malasan, bukan?

3. Memperluas jaringan/koneksi.

Perluas dan perlebarlah jaringan pertemananmu. Karena siapa tahu ada jodoh kalian di salah satunya. Tidak mungkin kan seseorang yang tinggal di kutub utara dan tidak menggunakan media sosial, hidup dalam lingkungannya saja tiba-tiba menikah dengan suku pedalaman di Indonesia yang sama juga tertutupnya! Maka orang bijak  mengatakan “jodoh berada tidak jauh-jauh di sekitar kita” itu memang betul adanya. Selain untuk menambah teman, menyambung silaturahmi dan koneksi bisnis, bisa jadi menjadi salah satu cara untuk mendapatkan jodoh.

4. Berkarya serius, berlibur santai.

Fokuslah berkarya atau bekerja untuk mengalihkan perhatian dan menyibukkan diri dari kegalauan panjang. Selain dapat mengasah diri, menyibukkan diri akan lebih memanfaatkan waktu. Jika tiba waktunya berlibur atau bersantai, nikmatilah dengan jalan-jalan ke tempat-tempat yang lebih bernuansa alam. Jangan pergi ke mall atau cafe yang terlalu banyak pasangan bergandengan tangan disana! Kurangi juga menonton drama korea yang semakin membuat kita tidak realistis. Gantilah lagu-lagu mellow dan sedih dengan lagu semangat. Karena apa yang kita dengar terus menerus akan mempengaruhi alam bawah sadar dan membuat kondisi psikis kegalauan dan kebaperan semakin meningkat.

5. Kurangi kunjungan ke akun-akun media sosial pemicu baper.

Banyaknya akun media sosial yang isinya membahas kegalauan para jomblo bahkan berisi baperan menikah. Karena biasanya diposting foto-foto pasangan suami istri yang romantis di tempat indah diikuti dengan catatan-catatan kehalalan menikah, indahnya menikah dan sebagainya. Jika kalian tidak mampu mnegontrol rasa baper, kurangi membaca postingan dari akun-akun sejenis. Karena kalian akan semakin terbuai dengan angan-angan menikah namun sebenarnya belum siap dan mampu.

Nah, demikian sekilas tips untuk mengolah rasa baper, agar baper lebih bermanfaat!

What's Your Reaction?

Keren Keren
0
Keren
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Unik Unik
0
Unik
Suka Suka
0
Suka
Biasa aja Biasa aja
0
Biasa aja

Olah Rasa Bapermu!

log in

Become a part of our community!

reset password

Back to
log in