Ini Dia Beda Mahasiswa Sejati dengan Mahasiswa Abal-Abal


Beda Mahasiswa Sejati dengan Mahasiswa Abal-Abal – Belakangan ini publik ramai membicarakan sarjana abal-abal. Sarjana ini adalah orang yang hanya membeli ijazah saja tetapi tidak mengikuti proses kuliah seperti mahasiswa lainnya. Tentu saja, mereka tidak mengetahui soal mata kuliah, tentang SKS bahkan kebingungan ketika ditanyai lokasi kampus. Bagaimana membedakan mahasiswa sejati dengan mahasiswa abal-abal?

Beda Mahasiswa Sejati dengan Mahasiswa Abal-Abal
viva.co.id

Simak penjelasannya berikut ini:

1. Sering jalan-jalan dan tidak masuk kelas

kuliah-jalan-jalan
hypebeast.com

Mahasiswa abal-abal tidak perlu capek-capek bangun pagi dan mengikuti mata kuliah. Juga tidak usah capek menulis diktat atau catatan kuliah, apalagi mengerjakan tugas untuk presentasi. Umumnya, mereka lebih suka titip absen dan membolos.  Tentu saja mereka lebih memilih jalan-jalan karena tujuan utama mereka kuliah adalah untuk mendapatkan ijazah.

2. Nilai sudah pasti bagus walaupun tidak ikut kuliah atau belajar

nilai-kuliah
skpm.ipb.ac.id

Saat mahasiswa lainnya bingung menyiapkan bahan dan belajar menjelang ujian akhir semester atau ujian tengah semester, lain halnya dengan mahasiswa abal-abal. Mereka tidak perlu repot-repot pergi ke perpustakaan untuk mencatat bahan ujian. Karena tanpa belajar keras pun, mereka pasti mendapatkan nilai A atau B+.

Baca Juga : Tiga Tipe Mahasiswa

3. Tidak perlu mencari tambahan dana untuk membeli buku atau fotocopy bahan perkuliahan

beli-buku-kuliah
jambi.tribunnews.com

Setiap mahasiswa sejati pasti tahu kalau harga buku di perkuliahan itu tidak bisa dibilang sedikit. Bahkan beberapa buku terutama yang berbahasa Inggris tergolong sangat mahal.  Untuk mendapatkan uang membeli buku-buku tersebut, tidak jarang mahasiswa sejati mencari dana tambahan dengan jualan atau kerja part time. Namun hal ini tidak akan dilakukan oleh mahasiswa abal-abal, karena mereka tidak perlu belajar dan membeli buku. Sehingga mereka tidak akan pernah merasakan betapa susahnya mencari dana tambahan untuk membeli buku atau memfotokopi materi kuliah.

4. Tidak akan merasakan perjuangan skripsi

bimbingan-skripsi
skripsisurabaya.com

Baca Juga : 10 Tips Menghadapi Dosen Pembimbing Skripsi

Salah satu fase terberat dalam kehidupan mahasiswa adalah mengerjakan skripsi. Ya, tidak hanya membutuhkan dana yang banyak tetapi juga memerlukan kesabaran, ketekunan dan semangat yang luar biasa. Berbagai hambatan pasti ditemui selama pengerjaan skripsi mulai bermasalah dengan dosen pembimbing, judul yang terus menerus ditolak, revisi puluhan kali sampai harus berhadapan dosen penguji killer saat sidang. Tidak heran kalau untuk menyelesaikan satu skripsi, seorang mahasiswa butuh waktu berbulan-bulan hingga tahunan. Tapi, bagi mereka mahasiswa abal-abal sama sekali tidak harus berdarah-darah dalam mengerjakan skripsi. Mereka bisa lulus dengan baik tanpa harus merasakan perjuangan panjang menyelesaikan skripsi.

What's Your Reaction?

Keren Keren
0
Keren
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Unik Unik
0
Unik
Suka Suka
0
Suka
Biasa aja Biasa aja
0
Biasa aja

Ini Dia Beda Mahasiswa Sejati dengan Mahasiswa Abal-Abal

log in

Become a part of our community!

reset password

Back to
log in