Ingin Resign dan Buka Usaha Sendiri? Renungkan 7 Hal Ini Biar Kamu Nggak Merugi


Resign dan Buka Usaha Sendiri
FirmBee / Pixabay

Sudah bukan hal asing lagi, kata resign memenuhi kepala para pekerja muda. Pekerjaan yang kian menumpuk, berangkat pagi pulang malam, ocehan dari atasan, dan hal pahit lain yang mungkin sedang kita rasakan. Membuat keinginan untuk resign dan buka usaha sendiri semakin besar. Tapi, apakah langkah ini selalu berhasil di masa yang akan datang?

Jawabannya, tergantung kesiapan diri masing-masing pekerja muda. Kalau asal resign tanpa persiapan lebih lanjut, tentu kita akan tahu ujungnya bagaimana. Tetapi kalau sudah ada persiapan matang, uang tabungan mencukupi, dan dukungan dari berbagai pihak, maka kesempatan meraih sukses di masa depan akan semakin terbuka lebar.

Nah, artikel ini bakal nunjukin, betapa berharganya evaluasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk resign dan buka usaha sendiri. Lalu, apa yang perlu direnungi? Simak 7 hal berikut ini, biar kedepannya kamu nggak merugi.

1. Masa-masa awal buka usaha mewajibkanmu mengorbankan segalanya, siapkah kamu?

Bukan saja uang bulanan dari gaji yang harus kamu relakan. Tapi juga waktu yang fleksibel, cukup bekerja di hari kerja dan pergi wisata di akhir pekan. Memutuskan untuk resign dan buka usaha sendiri, sama saja merelakan beberapa kenikmatan saat kamu bekerja. Memulai usaha harus diawali dengan passion yang kuat. Memang tidak ada jam kerja, tetapi justru bisa saja kamu bekerja sepenuh waktu tiap harinya. 24 jam non-stop harus mau mengurusi tiap masalah bisnis yang kamu mulai. Siapkah kamu?

2. Bukan saja uang yang tak tetiba datang, tapi gaya hidup yang buatmu jumpalitan tak keruan

Gaya hidup ialah hal yang paling terlihat kala kamu memutuskan untuk buka usaha sendiri. Mengharap ada uang banyak datang di awal usaha pun mustahil dilakukan. Kamu seakan terpaksa untuk terus mengembangkan bisnismu yang sekarang. Mau tidak mau, waktu bersama keluarga, teman dan sahabat harus kamu relakan. Demi kelancaran bisnis yang sedang kamu jalankan. Gaya hidup yang biasanya stabil, membuat kamu bekerja keras tanpa henti. Siapkah kamu?

3. Buka usaha nggak mungkin kamu lalui sendiri, butuh dukungan keluarga dan teman di sisi

Tidak mungkin jika kamu putuskan pergi begitu saja. Butuh dukungan mereka, keluarga dan teman yang saat ini mengharapkan kesuksesan darimu. Teruntuk keluargamu, apakah mereka menyetujui jika kamu keluar dari pekerjaan kamu yang sekarang ini? Dan memulai untuk buka usaha sendiri? Apakah mereka merestui? Tentu tidak mungkin jika kita tetap bersikukuh memutuskan pergi dan buka usaha sendiri, sedangkan orangtua tidak merestui.

4. Jadi bos diri sendiri bukanlah perkara mudah, disiplin adalah harga mati tanpa kenal lelah

Mungkin kamu masih bisa mengerahkan seluruh keahlian saat ditekan oleh bosmu. Akan sangat sulit jika kamu memulai buka usaha sendiri. Karena setiap keputusan dan masalah harus kamu tangani sendirian. Ya, kamu adalah bos dari usahamu. Yang harus dilakukan ialah disiplin melakukan tugas sebagai seorang bos. Apakah kamu sudah siap dengan konsekuensi ini? Jadi bos untuk diri sendiri bukanlah perkara mudah, karena butuh disiplin tanpa kenal lelah.

5. Buka usaha sama saja berurusan dengan tuntutan pasar, kamu wajib fleksibel dan nggak boleh kasar

Berurusan dengan pasar sama saja kamu harus berurusan dengan banyak orang. Mulai dari partner produsen, distributor, pemasaran, hingga konsumen dari usahamu yang sekarang. Siapkah kamu melalui segala tuntutan dari mereka? Siapkah jika produkmu dikritik? Siapkah jika kamu harus tetap bersikap ramah pada konsumen yang marah-marah? Sekali lagi, kamu wajib fleksibel dan nggak boleh kasar. Karena jika tidak, sama saja kamu tidak memenuhi tuntutan pasar.

6. Nggak ada usaha yang nggak ada fase gagalnya, mencari cara bangkit dari kegagalan ialah resepnya

Semua usaha pasti ada yang mengalami kegagalan. Dengan demikian, kamu tak boleh tinggal diam. Mencari cara untuk bangkit dari kegagalan ialah satu-satunya solusi untukmu sebelum melancarkan buka usaha sendiri. Bagaimana jika modal usahamu habis di tengah jalan? Bagaimana jika ternyata produkmu tidak memenuhi kebutuhan pasar? Bagaimana jika ternyata kamu lebih banyak ruginya ketimbang untungnya? Hal-hal seperti inilah yang wajib dipikirkan mulai dari sekarang.

7. Satu-satunya orang yang paling bertanggungjawab pada kesuksesan dan kegagalan: diri kamu sendiri

Tidak ada orang lain selain diri kamu sendiri, yang bertanggungjawab atas semua kesuksesan dan kegagalan yang kamu alami. Kamu harus berani bertanggungjawab jika ternyata seluruh modalmu habis di tengah jalan, dan gaji karyawan belum juga terbayarkan. Semua keputusan terkait bisnis yang kamu jalankan, ialah sepenuhnya tanggung jawab dari diri kamu sendiri. Siapkah kamu untuk bertanggungjawab atas semua hal terkait bisnis yang akan kamu jalankan?

Nah, itu dia tadi sederet pernyataan yang memaksa kamu untuk sebentar merenungi keadaanmu sekarang ini. Apakah sudah siap, untuk resign dan buka usaha sendiri? Jangan sampai, ada penyesalan di belakang. Semoga menambah inspirasimu, ya!

What's Your Reaction?
Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
0
Fail
Geeky Geeky
0
Geeky
Lol Lol
1
Lol
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF

Bukan siapa-siapa.

Ingin Resign dan Buka Usaha Sendiri? Renungkan 7 Hal Ini Biar Kamu Nggak Merugi

log in

Become a part of our community!

reset password

Back to
log in