Doraemon Stand by Me : Kenangan Masa Kecil yang Melegenda


Bagi anda yang lahir di era 90-an pasti sudah tidak asing dengan karakter kartun yang satu ini. Kucing robot tanpa telinga ini telah menjadi ikon hari minggu untuk anak-anak pada masa itu. Kini para penggemar akan dimanjakan dengan film layar lebar versi 3D dari Doraemon. Petualangan doraemon dan nobita serta teman-temannya akan disajikan dalam format 3D dengan kecanggihan teknologi computer graphic saat ini. Tentu ini adalah hal baru bagi fans doraemon di seluruh dunia, mengingat selama ini tokoh doraemon dan teman-temannya hanya disajikan dalam bentuk komik dan animasi 2 dimensi.

Film ini sebelumnya telah rilis pertama kali di Jepang pada 8 Agustus 2014 lalu, kemudian disusul dengan pemutarannya di 21 Negara di dunia dan Indonesia mendapatkan kesempatan rilis pada 10 Desember 2014. Selain dari konsep visual yang sama sekali baru, untuk cerita sendiri lebih mengadopsi cerita-cerita yang telah ada dari serial doraemon versi komik maupun film sebelumnya. Film yang disutradarai oleh Takashi Yamazaki dan Yagi Ryuichi ini bukan bermaksud untuk mengakhiri kisah petualangan doraemon dan nobita. Secara garis besar, alur cerita di film Stand by Me ini adalah saduran dari film 2dimensi Doraemon berjudul sama yang telah beredar jauh sebelum film berformat 3D ini di rilis. Takashi Yamazaki selaku penulis Naskahnya pun hanya meramu beberapa poin penting sepanjang perjalanan cerita Doraemon dan Nobita hingga sampai pada tujuan utama Doraemon mengunjungi Nobita di awal komiknya.

credits tittle by : http://www.indogamers.com/system/upload/media/pictures/53f408c1b61311408501953stand_by_me_doraemon_trailer.jpg
credits  by : indogamers.com

Bagi para penggemar tentu tak perlu khawatir jika cerita Doraemon akan selesai. Film ini hanya penggambaran resume singkat dari awal mereka bertemu hingga akhirnya berpisah. Konflik-konflik utama yang menjadi materi cerita dalam komiknya pun dihadirkan untuk membangun emosi yang lebih dalam bagi penonton. Seperti kisah cinta Nobita dan Shizuka yang berakhir dengan pernikahan, perseteruan Nobita dengan Giant, dan pengalaman seru lainnya dengan berbagai alat ajaib Doraemon.

Diceritakan dari awal, maksud kedatangan Doraemon ke masa kecil Nobita adalah atas perintah dari cicit Nobita, Sewashi yang menyuruh Doraemon untuk membantu Nobita dalam kehidupannya agar menjadi menjadi orang yang berguna dan mampu mencapai semua impiannya di masa mendatang. Doraemon di program untuk tidak bisa kembali ke abad 22 sebelum berhasil menuntaskan misinya membantu kehidupan Nobita. Film berduarasi 96 menit ini memang tidak begitu istimewa jika ditilik dari segi cerita. Karena semua gimmick dari plotnya sudah bisa ditebak jika mengikuti komik dan film-filmnya terdahulu. Namun dengan pengemasan visual 3D yang apik, dan penekanan pada emosi persahabatan membuat film ini memiliki keterikatan kuat bagi mereka yang tumbuh besar bersama Doraemon. Generasi yang sekarang telah dewasa memang telah tumbuh selama 24 tahun bersama Doraemon sejak serial kartunnya ditayangkan pada tahun 1990 di Indonesia.

Film ini sejatinya adalah obat rindu bagi mereka yang sekarang sudah tidak sempat lagi mengikuti serial Doraemon setiap hari Minggu karena memang kehidupan telah berubah. Para penggemar Doraemon telah tumbuh menjadi dewasa. Tapi Doraemon, adalah kenangan masa kecil yang terus hidup. Tumbuh bersama alat-alat canggih Doraemon, keluh kesa Nobita, dan petualangan polos anak kecil yang mungkin saja pernah dialami dalam kehidupan nyata.

What's Your Reaction?

Keren Keren
0
Keren
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Unik Unik
0
Unik
Suka Suka
0
Suka
Biasa aja Biasa aja
0
Biasa aja

Doraemon Stand by Me : Kenangan Masa Kecil yang Melegenda

log in

Become a part of our community!

reset password

Back to
log in